Dari banyaknya elemen yang ada di rumah, ventilasi merupakan salah satu bagian penting yang harus dipikirkan dengan baik. Mulai dari ukuran, model hingga jenis ventilasi rumah itu sendiri. Selain berhubungan dengan udara yang masuk dan keluar, jenis ventilasi yang digunakan pada rumah juga patut dipilih dengan tepat.
Hal ini tentu saja karena mempengaruhi visual dari rumah itu sendiri. Jika salah ketika memilihnya, tampilan rumah yang seharusnya ciamik malah bisa terlihat mengganggu. Nah, berikut beberapa jenis ventilasi rumah yang umum digunakan di Indonesia.
Mengulik Jenis Ventilasi Rumah. Penting Agar Tak Salah Pilih
Seperti yang sudah diketahui, selain rumah ramah lingkungan, ciri lain dari rumah sehat dan nyaman adalah yang memiliki sirkulasi udara baik. Bayangkan saja, Anda sudah memilih rumah di kawasan yang memiliki udara sejuk dan banyak pepohonan, namun sirkulasi udara di dalam rumah tersebut tidak maksimal.
Tentu saja rasa pengap dan tidak nyaman akan tetap terasa. Nah, agar hal tersebut tidak terjadi, yuk kenali beberapa jenis ventilasi rumah di bawah ini agar bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan rumah Anda.
1. Ventilasi Roster

Beberapa tahun belakangan ini, roster menjadi salah satu jenis material untuk ventilasi yang paling disukai. Selain karena pemasangannya yang mudah, roster juga memiliki banyak sekali model yang bisa Anda pilih sesuai dengan konsep rumah.
Oleh karenanya, banyak arsitek atau desainer interior yang menjadikan roster sebagai salah satu aksen tambahan pada sudut rumah. Selain itu, roster juga sering dijadikan sebagai penyekat atau pagar pada beberapa bagian rumah. Jadi, bisa dikatakan bahwa roster merupakan salah satu material yang sangat multifungsi.
Selain itu, semakin ke sini jenis roster juga semakin beragam. Mulai dari yang berbahan semen, kayu, keramik dan lain sebagainya. Dengan begitu, range harga dari roster juga luas dan bisa Anda sesuaikan dengan budget yang telah disiapkan.
2. Jendela Ventilasi

Selain roster, jendela ventilasi juga menjadi salah satu jenis ventilasi rumah yang paling umum dijumpai. Seperti namanya, bentuk dari ventilasi ini adalah jendela yang dipasang secara permanen di rumah. Salah satu wilayah yang paling tepat untuk menggunakan jendela ventilasi adalah wilayah tropis.
Selain karena udara dan anginnya, suasana di wilayah ini juga sangat mendukung pemakaian jenis ventilasi satu ini. Kelebihan lain dari jenis ventilasi ini adalah ukurannya yang beragam. Mulai dari yang kecil, sedang, hingga ekstra besar. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan beberapa barang hingga tanaman indoor untuk interior dekat jendela ini sebagai hiasan.
3. Ventilasi Jalusi

Sebagian dari Anda mungkin masih merasa sedikit asing dengan nama jenis ventilasi rumah yang satu ini. Sebenarnya, jalusi merupakan jenis ventilasi berbentuk kisi-kisi yang dipasang di jendela secara horizontal. Selain sebagai aksen tambahan, jalusi juga dipilih untuk mengontrol intensitas cahaya dan angin yang masuk ke dalam rumah.
Tak hanya itu saja, jalusi juga bisa membantu mengurangi udara kotor yang masuk ke dalam rumah. Jalusi juga bisa terbuat dari beberapa bahan, namun bahan yang paling umum digunakan adalah kayu. Ciri lain dari jalusi adalah sistemnya yang mudah untuk dibuka dan ditutup, sehingga bisa Anda sesuaikan dengan cuaca di luar rumah.
4. Ventilasi Kaca Nako

Meskipun sudah banyak ditinggalkan pada rumah-rumah modern, namun nyatanya jenis ventilasi rumah ini masih cukup eksis hingga saat ini. Seperti namanya, ventilasi ini bermaterial kaca yang dipasang pada jendela.
Ciri utama dari ventilasi ini adalah sistem buka tutupnya yang mudah. Namun, karena bagian bingkainya yang terbuat dari besi dengan kualitas standar, lama kelamaan bingkai tersebut bisa berkarat dan menjadi lebih seret dan sulit untuk dibuka tutup.
Namun meski begitu, hal ini masih bisa dimaklumi karena harganya yang masih terjangkau. Biasanya, jenis ventilasi ini lebih sering ditemui di rumah lama, seperti di rumah orang tua atau rumah kakek nenek di pedesaan.
5. Jenis Ventilasi Boven

Ketika melihat rumah, Anda mungkin sering melihat bagian tambahan yang ada di atas jendela maupun pintu. Nah, ventilasi itu yang disebut ventilasi boven. Pemasangannya sendiri ada yang sekaligus menyatu atau terpisah dengan jendela atau pintu. Karena modelnya yang sangat timeless, jenis ventilasi ini bisa ditemui di rumah lama maupun modern.
Materialnya sendiri ada yang terbuat dari kaca maupun material lainnya. Kelebihan lain dari jenis ventilasi rumah ini adalah harganya yang masih sangat terjangkau. Juga ukurannya yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah.
6. Ventilasi Pembuangan

Berbeda dengan beberapa jenis ventilasi rumah yang sudah disebutkan sebelumnya, ventilasi pembuangan biasanya sudah bersifat mekanik, yang artinya membutuhkan bantuan tenaga listrik. Ventilasi seperti ini sangat dibutuhkan pada ruangan tertutup yang tidak memiliki ventilasi alami.
Di mana, jika tidak ada ventilasi pembuangan yang dipasang, ruangan akan terasa pengap dan tentu saja tidak sehat. Bentuk dari ventilasi pembuangan ini seperti kipas, dengan tugas untuk pembuangan, contohnya untuk menyedot udara kotor.
Ventilasi pembuangan sendiri biasanya terdapat di rumah dengan ukuran yang cukup besar, hingga baguanan lain seperti restoran dan lain sebagainya.
Nah, itulah beberapa jenis ventilasi rumah yang umum ditemui di Indonesia. Seperti yang sudah dijabarkan tadi, setiap jenis ventilasi memiliki kelebihannya tersendiri. Sehingga, bisa Anda sesuaikan dengan konsep rumah dan kebutuhan. Jika masih belum terlalu yakin, Anda juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan desainer rumah maupun arsitek.




